MAKANAN DAN MIMUNAN KHAS ACEH

By: Amrulubis
4.5 Amrulubis @CeritaPerut  1. Mie AcehMie Aceh, satu jenis kuliner yang menggoda dari Aceh, dapat dicicipi dengan dua cara, yakni di goreng atau direbus alias menggunakan kuah. Untuk rasa bisa memilih sendiri, apakah ingin…  1. Mie AcehMie Aceh, satu jenis kuliner yang menggoda dari Aceh, dapat dicicipi dengan dua cara, yakni di goreng atau direbus alias menggunakan kuah. Untuk rasa bisa memilih sendiri, apakah ingin… Visit us on Google+

 1. Mie Aceh


Mie Aceh, satu jenis kuliner yang menggoda dari Aceh, dapat dicicipi dengan dua cara, yakni di goreng atau direbus alias menggunakan kuah. Untuk rasa bisa memilih sendiri, apakah ingin pedas atau tidak. Sebagai variasi bisa meggunakan kepiting, daging atau seafood. Variasi inilah yang nanti menentukan nama mienya. Soal harga jelas sangat terjangka, hanya kisaran per porsi Rp 25.000 plus pakai menu kepiting segar, udang dan cumi-cumi. Kalau kosong hanya Rp 10 ribu per porsi. Dan bakarnya sudah berjuaalan sejak tahun 1967. Di Kota Banda Aceh ada beberapa tempan mejual mie Aceh yang sangat terkenal diantaranya, Kedai Mie Razali di Jalan T Panglima Polem (kawasan Simpang Lima Peunayong). Mie Turis yang terletak di Jl. T. Nyak Arif Peurada Kota Banda Aceh, Mie Mizi yang ada di Jl. Tgk Chik Ditiro Peuniti Kota Banda Aceh. Dan masih banyak lagi lokasi penjualan mie Aceh di Kota Banda Aceh.


2. Ayam Tangkap


Ayam tangkap merupakan makanan khas Aceh Besar. Kedai Ayam Tangkap yang terkenal di Banda Aceh yakni Cut Dek di daerah Lampineung.
Ayam Tangkap terbuat dari ayam yang di goreng dengan cabe hijau dan daun Teumuru atau Salam Koja atau Daun Kari (orang Aceh menyebutnya Teumuru. Rasanya memang seperti ayam goreng biasa ditambahi aroma daun teumuru dan cabai hijau sehingga mempunyai sensasi rasa tersendiri. Ayamnya dipotong kecil-kecil sehingga tersembunyi dibalik tumpukan daun teumuru dan cabai hijau goreng serta taburan bawang goreng di atasnya, mungkin karena tersembunyi itulah maka dinamakan ayam tangkap.
Selintas masakan ini mirip “tumpukan sampah” daun kering ketimbang ayam goreng. Saya mulai mencoba mencicipi daun-daun itu. Wow, rasanya enak dan garing seperti kerupuk. Untuk memakannya tersedia sambal cabe rawit, tetapi saya lebih suka sambal udang yang disamping itu, lebih segar rasanya. Harga satu porsi Rp 60.000 karena isi ayamnya banyak bisa untuk makan satu keluarga.

3. Eungkot Keumamah.

Bukan hanya itu saja wisata kuliner yang ada di Kota Banda Aceh, ada lagi yang namanya Eungkot Keumamah. Apa itu Keumamah? Engkot Keumamah (Dalam bahasa Aceh) atau ikan kayu adalah ikan tongkol yang di iris kecil-kecil seukuran dua jari sebelum dijemur. Pengeringan secara alami ini bisa dilakukan selama seminggu atau lebih agar ikan menjadi kaku dan kenyal. Eungkot Keumamah ini tersedia di berbagai warung yang ada di Kota Banda Aceh.
Saat jaman perang dahulu, menu Eungkot Keumamah disamping juga beras dan bumbu masak khas Aceh lainnya menjadi bekal yang selalu dibawa para pejuang Aceh, saat bergerilya di hutan  atau bersembunyi di kurok-kurok (tempat persembunyian di dalam tanah). Saat perang melawan agresi Belanda yang dimulai pada tanggal 26 Maret 1873. Hal ini dikarenakan bahan-bahannya awet, tahan lama, tidak mudah basi, tapi bisa menambah nafsu makan, yg menjadikan menu Eungkot Keumamah ini termasuk idola para pejuang. Selain itu, kalian tahu artis Shireen Sungkar (istri Teuku Wisnu) kan? Shireen mengaku sangat menyukai ikan kayu tersebut.

4. Gulai Kambing


Masih ada lagi loh kuliner lainnya, selanjutnya saya akan ngebahas mengenai Gulai Kambing. Dari namanya saja kita sudah tahu apa itu Gulai Kambing kan? tapi Gulai Kambing khas Kota Banda Aceh beda rasanya loh,, karena menggunakan bumbu dan rempah-rempah pilihan khas Aceh. Jika kalian ke Kota Banda Aceh ne ya, jangan lupa mencicipi Gulai Kambing khas Kota Banda Aceh.
Ada banyak Gulai Kambing yang tersedia di Kota Banda Aceh, diantaranya adalah Gulai Kambing Ridha Illahi yang terletak di Jl. Tgk. Chik Ditiro depan gedung sosial Kota Banda Aceh, di warung Cut Mun di Jl. T. Nyak Arif Lamnyong Kota Banda Aceh, di warung Hasan (Saat ini sudah buka cabang) di Jl. T. Muhammad Hasan Batoh Kota Banda Aceh (Cabang dari Krueng Cut), dan masih banyak warung lain yang menyediakan menu ini.
Diwarung-warung yang tersedia Gulai Kambing atau Sie Kameng (Dalam bahasa Aceh), pada jam makan siang dipenuhi oleh orang-orang dari berbagai kalangan, misalnya dari karyawan kantoran, guru, mahasiswa, dan sebagainya. Pokoknya nie ya, dimana ada Gulai Kambing disitu banyak orangnya.

5. Sanger

Selain makanan, di Kota Banda Aceh juga terkenal dengan kopi dan sanger (kopi susu) yang khas. Coba saja ke Kota Banda Aceh banyak kita jumpai warung-warung kopi, salah satu warung kopi yang banyak pengunjungnya yaitu Dhapu Kupi yang terletak di Sp. Surabaya Kota Banda Aceh (Sekarang sudah buka cabang). Di warung ini juga banyak artis yang pernah ke Kota Banda Aceh, pernah singgah sejenak di Warung Dhapu Kupi. Selain Dhapu Kupi, ada juga warung lain misalnya Warkop Solong, Zakir Kupi, Tower Kopi, dan sebagainya. Karena Kota Banda Aceh terkenal dengan kopi nya, tidak heran banyak warung kopi yang sudah buka cabang. Makanya tidak heran juga di Kota Banda Aceh banyak warung kopi. (Amru Lubis)

There are no comments

Post a comment