TOP REKOMENDASI ITINERARY KHAS YOGYAKARTA

By: Admin
Yogyakarta sering disebut sebagai istilah Never Ending Asia. Kalau kamu berkunjung ke Yogyakarta cuma sekali pasti rasanya belum cukup, dan kamu pasti akan datang lagi untuk ke dua kali, tiga kali dan seterusnya ke Yogyakarta. Banyak hal – hal luar biasa yang dapat kamu lakukan jika kamu berkunjung ke Yogyakarta. Mulai dari keindahan alam, kesenian, warisan budaya sampai dengan dunia kulinernya. Ngomong-ngomong soal kuliner, Yogyakarta ini dikenal dengan kuliner khas nya yang sudah terkenal di seluruh Indonesia yaitu Gudeg, tapi sebenernya masih banyak lagi kuliner Khas Yogya yang mungkin belum kamu ketahui. Maka dari itu, di sini bakal di bahas rekomendasi beberapa kuliner khas Yogyakarta yang wajib kamu cicipin.
 
Hari 1
Gudeg Yu Djum adalah salah satu gudeg yang paling terkenal akan cita rasa dan keunikan dari gudeg buatan ibu Yu Djum. GUDEG YU DJUM menyajikan gudeg kering yang terkenal memiliki rasa yang gurih dan lezat, cocok untuk dijadikan oleh-oleh. Warung Gudeg Yu Djum juga memberikan kesempatan kepada wisatawan asing dan domestik untuk dapat langsung melihat proses pembuatan Gudeg, atau bahkan terlibat dalam proses pembuatannya. Bisnis ini diteruskan secara turun menurun dan sekarang sudah generasi ke-empat. Recommended banget loooh buat kamu coba!
 
Angkringan Lik Man merupakan angkringan legendaris, sebab pedagangnya adalah generasi awal pedagang angkringan di Yogyakarta yang umumnya berasal dari Klaten. Lik Man yang bernama asli Siswo Raharjo merupakan putra Mbah Pairo, pedagang angkringan pertama di Yogyakarta yang berjualan sejak tahun 1950-an. Warung berkonsep angkringan yang dulu disebut 'ting ting hik' diwariskan kepada Lik Man tahun 1969. Sejak itu, menjamurlah angkringan-angkringan lain
 
Sop Merah. Ya sesuai dengan namanya, kuah dari sop yang satu ini berwarna merah. Merah bukan berarti dicampur dengan pewarna makanan warna merah, melainkan campuran dengan gilingan cabai merah. Sudah dipastikan kepedasan sop ini menjadi unik, karena belum ada yang menjual menu serupa di Yogya. Keunikan ini lah yang membuat Sop Merah yang telah berdiri sejak tahun 1993 terus bertahan hingga sekarang. Selain itu, karena harganya yang murah, takh heran banyak pengujung yang selalu datang kembali kesini.
 

Hari 2
Soto yang satu ini memiliki reputasi legendaris, yakni Soto Kadipiro. Jika berkunjung ke tempat ini, kamu akan sedikit merasakan suasana jadulnya.
 
Sate Klathak milik Pak Bari ini berbeda dengan sate lainnya. Cukup dengan memakai garam dan merica serta ditusuk menggunakan jeruji ban sepeda, telah menjadikannya berbeda dari sate kambing lainnya. Karena dengan memakai jeruji ini, daging sate pun matang dengan sempurna. Selain sate kambing, menu lain yang tersedia adalah tongseng, gulai, serta kicik.
 
Ke-khasan tempat makan ini adalah tingkat kepedasan yang dapat dipilih oleh kita. Jika kurang pedas, kita dapat menambahkan jumlah cabe yang kita. Kita dapat menambahkan cabe dari 2 , 4 dan 10 cabe.
 

Hari 3
Angkringan Petruk Grareng ini tidak jauh dari Angkringan KR, bersebelahan malah. Dengan nuansa merah yang semarak, Angkringan Petruk Gareng ini tidak kalah ramainya. Walaupun harga sedikit lebih mahal, tapi ini terbayar dengan porsi yang lebih banyak juga. Selain itu, tempat yang lebih rapih serta lebih banyak varian makanannya, menjadikan angkringan ini tidak kalah saing dengan angkringan lainnya.
 
Angkringan yang sudah lama berada di depan gedung kantor surat kabar harian Kedaulatan Rakyat ini tak pernah sepi pengunjung. Berbagai macam kalangan, terutama mahasiswa, ramai mengunjungi untuk sekedar bersantap malam di angkringan yang buka dari pukul 4 sore hingga 12 malam ini. Menu nasi kucing yang ada pun bervariatif, hingga ada nasi kucing ayam bumbu bali dan nasi kucing ayam balado. Selain nasi kucing, banyak pula jenis makanan seperti sate, gorengan, kerupuk, hingga kue kecil. Dengan harga yang terlampau murah, tak heran Angkirngan KR ini ramai dikunjungi oleh mahasiswa.
 
Soto Sulung Stasiun Tugu adalah soto sulung yang paling legendaris di jantung Kota Jogja, kawasan Malioboro. Didirikan sejak tahun 1968, soto di sini menjadi kuliner yang digemari karena kelezatannya yang mampu membuat para pelanggannya tetap setia.
Sumber:
CeritaPerut Ngomong-ngomong soal kuliner, Yogyakarta ini dikenal dengan kuliner khas nya yang sudah terkenal di seluruh Indonesia yaitu Gudeg, tapi sebenernya masih banyak lagi kuliner Khas Yogya yang mungkin belum kamu ketahui. Maka dari itu, di sini bakal di bahas rekomendasi beberapa kuliner khas Yogyakarta yang wajib kamu cicipin. 4 Visit us on Google+
{{ comments:display entry_id=05 entry_key="storyposts:storypost" [module="storyposts"] }}
Fatal error: Call to a member function encode() on a non-object in /var/www/html/ceritaperut.com/system/cms/modules/comments/libraries/Comments.php on line 259