[SAGOO] KUE TRADISIONAL BUGIS – GUARDING CULTURAL HERITAGE

By: Andi Muhamad Muhsin
4.5 Andi Muhamad Muhsin @CeritaPerut Siapa bilang makan itu hanya sekedar urusan lapar dan kenyang? Makanan, terutama kue-kue tradisional adalah hal yang kecil tetapi mengandung cerita yang jauh lebih bedar daripada sekedar urusan perut… Siapa bilang makan itu hanya sekedar urusan lapar dan kenyang? Makanan, terutama kue-kue tradisional adalah hal yang kecil tetapi mengandung cerita yang jauh lebih bedar daripada sekedar urusan perut… Visit us on Google+

Siapa bilang makan itu hanya sekedar urusan lapar dan kenyang?

Makanan, terutama kue-kue tradisional adalah hal yang kecil tetapi mengandung cerita yang jauh lebih bedar daripada sekedar urusan perut dan goyang lidah. Dengan strategi yang tepat, kue tradisional bahkan mampu membantu menyelamatkan penghematan uang negara, sampai menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (PANRB) Yuddy Chrisnandi pun menginstruksikan instansi pemerintahan menyajikan menu makanan tradisional yang sehat dan buah-buahan produksi dalam negeri pada setiap penyelenggaraan pertemuan atau rapat. Kebijakan ini diklaim mampu menghemat sekitar Rp. 15.000/orang setiap penyelenggaraan rapat. Memang tampak kecil nilainya bila dihitung per orang, tetapi kalau dihitung per tahun nya bisa menghemat puluhan sampai ratusan juta rupiah dalam setahunnya dari setiap instansi. Ada yang tahu berapa instansi yang dimiliki Republik ini? Tinggal dikalikan saja untuk tahu berapa penghematan yang bisa dilakukan.

Di dalam lingkup yang lebih kecil, kue tradisonal juga sangat penting dalam pesta pernikahan. Hari Sabtu kemarin tanggal 26 September 2015, saya mengikuti pesta pernikahan keluarga di Kabupaten Barru yang diselenggarankan dalam adat bugis. Bermacam macam kue tradisional bugis mulai dari barongko, doko-doko, cucuru, onde-onde wijen, surabeng, bolu peca, pelita dan berbagai macam jenis kue lain yang namanya semakin asing didengar dan jarang dijumpai diluar pesta disajikan untuk menjamu tamu yang disajikan di atas bosara' di berbagai macam rangkaian acara adat bugis seperti mappacci, mapparola dan ammatoa. Selain itu, kue-kue ini juga dijadikan hantaran seserahan kepada calon pengantin perempuan.

Saya berfikir, mungkin saja pernikahan ini tidak akan terlaksana tanpa adanya kue tradisional ini. Memang kue bugis bukan bagian dari syarat dan rukun pernikahan, tapi kue-kue semacam ini merupakan bagian dari budaya bugis, budaya bangsa Indonesia. Proses pembuatan kue-kue ini pun tidak bisa dilepaskan dari rangkaian acara, ketika ibu-ibu berkumpul mencampur adonan kemudian menggoreng atau mengukusnya sambil bercerita berita terkini kondisi sekitar mereka sungguh suasana yang indah untuk disaksikan. Pantas lah kalau saya menganggap kue tradisional bukan hanya sekedar urusan memakan makanan, tetapi penyelamat budaya yang semakin terlupakan oleh modernisasi.

Beberapa kue tradisional bugis yang biasa disajikan dalam pesta pernikahan, antara lain :

  • Barongko merupakan makanan khas Bugis yang terbuat dari pisang yang dihaluskan, telur, santan, gula pasir, dan garam. Kemudian dibungkus daun pisang lalu dikukus. Dahulu, Barongko disajikan sebagai hidangan penutup bagi para raja Bugis.
  • Doko-Doko merupakan kue tepung yang dibungkus daun pisang dan diisi dengan adonan bugis gula merah dan kacang hijau
  • Bolu peca' merupakan kue berbentuk segi empat berbahan utama tepung dan gula merah. Rasa gurih renyah dan manis, karena bolu ini telah direndam dengan cairan gula merah
  • Cucuru merupakan kue berbentuk bulat pipih berbahan utama telur yang sangat banyak. Lembut di lidah dan rasanya yang sangat manis mengguncang syaraf enak di otak.
  • Onde-onde berbentuk bulat dengan warna kecoklatan dan luarnya diberi taburan wijen bagian dalamnya diisi pasta kacang hijau.

Masih banyak kue tradisional bugis lainnya yang bisa dinikmati dan saya yakin akan selalu menjadi penjaga budaya bangsa.

#SagooFestivity


Penulis: Andi Muhamad Muhsin

Halo saya tinggal di Makassar. Tulisan diatas diikutsertakan di lomba sagofestivity. Mohon dibantu share tulisan diatas ya. Trims.
{{ comments:display entry_id=2753 entry_key="storyposts:storypost" [module="storyposts"] }}
Fatal error: Call to a member function encode() on a non-object in /var/www/html/ceritaperut.com/system/cms/modules/comments/libraries/Comments.php on line 259